Masyarakat Melek Digital: Edukasi Anti-Scam Belanja Online
Keywords:
Digitalisasi, Literasi digital, Deteksi Phising, Ancaman DigitalAbstract
Pesatnya pertumbuhan teknologi digital telah mendorong masyarakat pedesaan untuk aktif menggunakan platform belanja online dan media sosial untuk transaksi sehari-hari. Namun, peningkatan adopsi digital ini tidak selalu disertai dengan kesadaran keamanan digital yang memadai, sehingga masyarakat rentan terhadap penipuan belanja online. Di Desa Pagerwesi, banyak warga khususnya ibu rumah tangga atau kader aktif berbelanja online tetapi masih kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai terkait keamanan digital dan pencegahan penipuan. Program ini diimplementasikan menggunakan pendekatan pendidikan partisipatif, termasuk sesi konseling, diskusi interaktif, studi kasus, dan simulasi transaksi penipuan. Evaluasi dilakukan melalui instrumen pretest dan post test untuk mengukur pemahaman peserta tentang keamanan digital, deteksi phishing, serta praktik transaksi yang aman,. Observasi dan evaluasi interaktif juga digunakan untuk mendukung temuan kuantitatif. Evaluasi ini melibatkan 16 peserta dan menunjukkan peningkatan pada tingkat literasi digital. Skor pra-tes rata-rata meningkat dari 85% menjadi 95,625% pada pasca-tes, menunjukkan peningkatan sebesar 10,625%. Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman tentang konsep keamanan belanja online, deteksi phishing dan ancaman digital, prosedur transaksi yang aman. Program ini membuktikan bahwa pendidikan literasi digital partisipatif secara efektif memperkuat kesadaran dan ketahanan masyarakat terhadap penipuan belanja online. Saran selanjutnya, program ini merekomendasikan pendidikan literasi digital berkelanjutan melalui kegiatan desa, serta pemberdayaan kader lokal

