Revitalisasi Musik Jemaat Melalui Pelatihan Suling Bambu dan Keyboard di Telutih, Maluku
Keywords:
musik jemaat, suling bambu, keyboard, pelatihan musik, Pengabdian masyarakatAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman musikal jemaat, khususnya dalam penggunaan nada dasar dan teknik bermain instrumen dalam musik ibadah. Pembuatan dan penggunaan suling bambu yang masih bersifat intuitif serta keterbatasan kemampuan memainkan keyboard menjadi kendala dalam mendukung kualitas musik jemaat di wilayah Telutih, Maluku. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk merevitalisasi praktik musik jemaat melalui pelatihan suling bambu dan keyboard. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis praktik langsung (learning by doing), dengan tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 5–6 Oktober 2020 di Desa Hunisi dan Desa Yamalatu dengan melibatkan 72 peserta yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan pemuda jemaat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap sistem nada dasar, teknik pembuatan dan permainan suling bambu, serta kemampuan menggunakan keyboard sebagai instrumen pengiring ibadah secara lebih tepat. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan partisipasi jemaat dalam musik gereja serta kesadaran akan pentingnya pemanfaatan alat musik berbasis material lokal. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas musik jemaat, tetapi juga mendukung upaya revitalisasi praktik musik berbasis budaya lokal secara berkelanjutan

