TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS NON-FINANSIAL: KUNCI KEPERCAYAAN SOSIAL PADA BUMDES MARIO WALANAE DESA SOGA
Keywords:
Tata Kelola BUMDes, Transparansi Non-Finansial, Akuntabilitas Non- Finansial, Kepercayaan Sosial, Studi KasusAbstract
Keberhasilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) seringkali diukur secara sempit melalui indikator finansial. Padahal, sebagai lembaga sosial-ekonomi, keberlanjutan BUMDes sangat bergantung pada kepercayaan sosial yang dibangun melalui tata kelola yang baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik transparansi dan akuntabilitas BUMDes dari perspektif non-finansial. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif pada BUMDes "Mario Walanae" di Desa Soga, penelitian ini menggali bagaimana BUMDes dikelola secara terbuka dan dapat dipercaya oleh masyarakat tanpa berfokus pada laporan keuangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pada kegiatan desa, dan analisis dokumen non-finansial. Hasil penelitian di Desa Soga menunjukkan kepercayaan pada BUMDes "Mario Walanae" dibangun bukan dari laporan formal, melainkan dari keterbukaan pengurus dalam 'getok tular' (dari mulut ke mulut) dan respons cepat mereka terhadap keluhan warga melalui grup WhatsApp desa. Di sisi akuntabilitas, praktik yang ditemukan meliputi: (1) mekanisme pertanggungjawaban sosial dalam Musyawarah Desa, (2) adanya saluran keluhan masyarakat yang responsif, dan (3) kepatuhan terhadap mandat sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa legitimasi dan dukungan masyarakat terhadap BUMDes tidak lahir dari laba yang besar, melainkan dari praktik tata kelola non-finansial yang dirasakan langsung oleh warga