Komunikasi Digital Terpadu Untuk Revitalisasi Promosi Waterpark Salaonro Dan Pemberdayaan Umkm Lokal
Keywords:
Komunikasi digital, Digital Public Relations, Integrated Marketing Communication, pemberdayaan UMKM, Waterpark SalaonroAbstract
Penurunan jumlah kunjungan ke Waterpark Salaonro selama periode 2023–2025 menunjukkan perlunya penguatan strategi promosi yang lebih adaptif terhadap perkembangan komunikasi digital. Permasalahan mitra tidak hanya berkaitan dengan promosi yang masih konvensional dan belum terintegrasi, tetapi juga dengan belum optimalnya keterlibatan UMKM lokal sebagai bagian dari ekosistem promosi destinasi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan pola komunikasi digital terpadu yang mengintegrasikan Digital Public Relations (DPR), Integrated Marketing Communication (IMC), dan partisipasi UMKM lokal. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan pengelola Waterpark Salaonro dan 17 UMKM lokal melalui tahapan diagnosis, co-creation dan pelatihan, implementasi, pendampingan, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penguatan praktik komunikasi digital mitra melalui penyusunan editorial plan, produksi konten berbasis brand storytelling, pemanfaatan Reels dan Stories, kolaborasi publikasi antara waterpark dan UMKM, serta peningkatan interaksi dengan publik melalui komentar, pesan langsung, jajak pendapat, tanya jawab, dan pemanfaatan user-generated content. Kegiatan menghasilkan pola ekosistem komunikasi digital yang menempatkan pengelola destinasi, UMKM, dan publik sebagai aktor yang saling terhubung. Pola ini menjadi dasar penguatan promosi destinasi dan pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan

